Tips Menjauhinya

abraham-wiebe-333853

Sebagian besar teman dalam lingkaranku adalah mereka yang profesinya tidak jauh dari perangkat keras maupun lunak di komputer. Kata ‘pembajakan’ masih sering dijumpai hingga kini. Tulisan ini lebih menyorot pada perangkat lunak dan juga materi lain yang tidak dapat kita genggam secara nyata.

Seorang kawan pernah memberi info tambahan. Bahwa sebetulnya para raksasa pencipta perangkat lunak hanya menerbitkan dua versi (demo version dan full license). Sejumlah pihak menyalahgunakannya dengan membuat crack atau cara-cara tidak resmi lainnya.

Berikut beberapa tips yang semoga berguna bagi teman-teman atau kamu di sana yang sedang berusaha bebersih serta menjauhinya.

  1. Gunakan perangkat lunak alternatif. Sebagai contoh, banyak sekali software alternatif bagi mereka yang berprofesi sebagai desainer grafis. Pengolah vektor seperti Inkscape (gratis) hampir mirip dengan Adobe Illustrator (berbayar), atau GIMP adalah alternatif dari Adobe Photoshop untuk pengolah pixel.

  2. Menabung untuk kemudian membeli yang asli. Ada baiknya uang tabungan yang kita peroleh berasal dari pekerjaan yang bukan menggunakan software bajak-bajakan.

  3. Meminjam uang untuk membeli software asli. Hutang untuk hal produktif adalah hal yang dibolehkan. Namun tetap hitung perkiraan kapan dan bagaimana strategi melunasinya.

  4. Mulai mengurangi dan memberantas files yang terindikasi bukan asli. Semisal film hasil ngopi di warnet, audio nemu di internet, dan semacamnya.

  5. Perhatikan lisensi dari tiap produk yang kita pakai dari internet. Baca kembali dengan lebih teliti bagaimana hak guna setiap foto, font, icon, vector yang kita download.

Bukan berarti manusia yang menuliskan poin-poin ini tidak pernah menyentuh barang salinan ya. Sama-sama mengingatkan untuk berpindah menuju keadaan yang lebih baik lagi. Sama-sama mengapresiasi karya orang lain, menghargai tenaga, pikiran, dan waktu para pekarya. Ada hak yang harus dipenuhi ketika menggunakan karya mereka.

Tentang sebuah keberkahan dalam rezeki yang kita jemput. Perhatian pada uang yang masuk dari mana, bagaimana cara memperolehnya, bagaimana membelanjakannya. Dalam sebuah tulisan pernah disebut bahwa berkah/ barokah berarti kita semakin dekat dalam kebaikan, semakin dekat pada Sang Maha Pencipta.

Selalu terbuka untuk diskusi selama kolom komentar masih bisa diisi. Terima kasih 🙂

Photo by Abraham Wiebe on Unsplash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s