5 Alasan Mengapa Membangun Tim adalah Keputusan Tepat Bagiku

annie-spratt-207740Bismillah. Semoga tiada kata yang meyimpan bibit-bibit kesombongan dalam tulisan ini. Semoga kita dijauhkan dari sombong. Baris paragraf yang akan kamu baca nanti hanyalah kumpulan opini pribadi yang dicampur dengan penggal memori masa lalu. Tentang sebuah studio desain grafis yang alhamdulillah sebentar lagi menginjak tahun ke-3 perjalanannya. Semoga berfaedah!

Kenapa bikin tim?

Kenapa engga jalan sendiri aja?

Lagian kerjaanmu kan online, ga ada kewajiban tatap muka!

Lontaran tanda tanya dan seru dari ragam insan yang pernah ku jumpa. Jelas masih banyak variasi kalimat lainnya, ku ambil beberapa saja. Sebagai informasi, studio yang aku pilih sebagai tempat berkarya ini dibentuk oleh sekelompok pemuda sepantaran dari dua jurusan berbeda di kampus kami. Cita-cita waktu itu sederhana, bisa punya tempat kerja sendiri dengan aturan main yang disepakati bersama. Meski pada perjalanannya sering bergonta-ganti formasi tim.

Buat kamu yang sudah merelakan waktu untuk membaca tulisanku sampai di kalimat ini. Mari aku beri tahu 5 alasan mengapa membangun tim adalah keputusan yang tepat bagiku.

  1. Bersama semakin gembira
    rawpixel-com-250087
    Pernah ku ikuti sebuah seminar di kisaran tahun 2014. Si Pembicara mengungkapkan kalimat yang kurang lebih isinya adalah sebagai berikut.

    Ketika dua orang/ lebih berkolaborasi, hitungan 1+1 bukan lagi sama dengan 2, bisa jadi 10, 20, dan seterusnya. 

    Ia juga mengkorelasikan hal ini dengan sholat berjamaah. Dimana nilai pahala berjamaah akan semakin berlipat dibanding dengan sholat sendiri. Membangun tim dapat membuat kebersamaan yang melipatgandakan kegembiraan. Di lain sisi, ada resiko lebih besar yang harus siap dihadapi.

  2. Wadah renovasi diri dan hati
    adam-sherez-228582
    Menemukan teman-teman yang satu frekuensi adalah sebuah rezeki. Sama-sama ingin memperbaiki diri menuju kondisi yang lebih baik. Entah itu dari sisi keahlian, spiritual, maupun pendapatan. Saling mengingatkan dalam kebaikan, mendukung dalam hal yang benar, mengkoreksi ketika jatuh dalam kesalahan. Kalimat yang masih ku ingat dari seorang kawan adalah.

    “Dulu aku ga pernah ngaji, Alhamdulillah setelah di sini ada yang ngajak. Awalnya sedikit terpaksa, lama-lama suka. Sekarang jadi hobi rutin yang terjadwal”.

  3. Belajar tanggung jawab
    greg-raines-52175
    Mengurangi rasa egois ketika berkelompok dengan mereka dengan beragam sifat. Berlatih memahami manusia, mengarahkan, dan memberi dukungan. Bukan hal yang mudah, Insya Allah bisa dipelajari. Tidak lagi memikirkan masa depan diri sendiri, ada mereka yang jadi tanggung jawab ini. Bukan sebuah beban, mari menganggapnya sebagai tantangan.
  4. Salah satu bentuk kebahagiaan
    octavio-fossatti-37556
    Bisa kerja bareng dalam satu atap, mengajak mereka menemukan pengalaman baru di luar, atau sesederhana bisa ngobrol ngalor-ngidul dan foto bareng tim. Kebahagiaan lainnya adalah ketika melihat mereka mulai berangsur-angsur menunjukkan perubahan ke arah positif.  Hal-hal yang baru ku sebutkan tentu menambah semangat di dada.
  5. Memberi makna, menebar manfaat
    lukasz-szmigiel-11413
    Tidak bosan ku ulang-ulang sebuah doktrin pada teman-teman tim. Jangan hanya bekerja di depan layar, lalu abai dalam kehidupan sosial dan agama. Sebisa mungkin pulang atau hubungi orangtua di rumah, doakan mereka, mintalah maaf atas banyaknya kesalahan kita sebagai anak. Jadilah manusia sebenarnya, bukan budak teknologi tanpa makna! Tingkatkan kapasitas diri melebihi sebelumnya, sebar manfaat dalam bentuk apapun yang kita bisa bagi lingkungan.

Nah, itu dia alasanku dalam membangun tim di Inipagi Studio. Ada norma yang kami pegang dalam menjalani aktivitas di sini, yaitu: beribadah, bekerja, belajar, bermain, bersama. Perjalanan masih jauh, petualangan masih panjang. Doakan kami ya!

Terima kasih 🙂

Photo Credit: Annie Sprattrawpixel.comAdam Sherez, Greg RainesOctavio Fossatti, Lukasz Szmigiel on Unsplash

7 thoughts on “5 Alasan Mengapa Membangun Tim adalah Keputusan Tepat Bagiku

    1. Halo Kean, salam kenal juga 🙂
      Terima kasih apresiasinya. Sepertinya anak ekstrovert malah lebih mudah menemukan teman yang satu frekuensi dengannya karena mudah berinteraksi dengan yang lain ya.

      Like

  1. Suka dengan normanya membangun tim untuk beribadah, bekerja, belajar, bermain, bersama. Perjalanan masih jauh, petualangan masih panjang.-Selamat melanjutkan perjuangan bersama tim, semangat dan semoga sukses selalu, yaa 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s