Mengatur Lembur

ash-edmonds-510566-unsplash-cropped

Lem.bur1 /lêmbur/

(n) pekerjaan dinas yang dikerjakan di luar jam (waktu) dinas

Begitulah yang ku temukan di mesin pencari KBBI versi digital yang dapat kamu akses di situs kemdikbud.

Menyandang label sebagai salah satu lulusan fakultas teknik beberapa tahun lalu. Lebih tepatnya lulus dari jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan di Universitas Negeri Yogyakarta. Santer terdengar kabar bahwa anak teknik pasti kurang tidur dan banyak lembur. Jika boleh ku ingat lagi, memang benar banyak ditemukan mahasiswa yang rajin lembur. Entah itu karena beban tugas yang banyak. Maupun mereka yang lembur karena awalnya sering menunda pekerjaan. Pilihan terakhir tidak direkomendasikan. Aku sendiri bukan termasuk yang sering lembur.

Lembur. Sebagai manusia yang melabeli diri berkarya di bidang kreatif, tentu tidak asing dengan kata ini. Bekerja di melebihi waktu di luar jam normal. Menjadi suatu hal yang dihindari, namun seperti ada keseruan tersendiri. Bukan untuk rutinitas, mengingat kemampuan kita terbatas. Tidur dan beristirahat dapat mengisi kembali tenaga ini. Bukan menghabiskan banyak waktu untuk tidur. Durasi dan kualitas tidur yang pas memberi dampak baik pada setiap aktivitas.

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
Begadang boleh saja, kalau ada perlunya

Kalau terlalu banyak begadang
Muka pucat karena darah berkurang
Kalau sering kena angin malam
Segala penyakit akan mudah datang
Darilah itu sayangi badan
Jangan begadang setiap malam

Demikianlah lirik Begadang karya Rhoma Irama yang ku sadur dari sini. Meski tidak tercantum data secara ilmiah pada lirik itu, tapi boleh dibilang ada benarnya juga. Kurang tidur rawan bikin orang sering ngelantur.

Sedikit cerita. Bulan lalu saat mulai sesi pendaftaran dan sesi produksi untuk Kelas Online: Belajar Icon Design, cukup sering diri ini bertemu lembur. Berangkat tiap pagi jam 8 dan pulang di setelah Isya. Waktu sudah sampai rumah masih nyicil kerjaan sampai malam dan persiapan untuk besok hari. Sabtu-Minggu akhir pekan juga terpakai untuk mengurus kelas ini.

Menarik garis waktu ke bulan sebelumnya. Saat sedang proses perencanaan awal Kelas Online: Belajar Icon Design. Aku sudah minta izin lembur ke istri, support system terbaik. Dilengkapi dengan minta doa sama orangtua dan tim Inipagi. Alhamdulillah, Allah kasih ganti perjuangan produksi Kelas Online dengan jumlah peserta yang jumlahnya di luar dugaan. 166 peserta bukan angka yang kecil bagiku. Nah, karena ternyata masih banyak yang minat kami putuskan untuk membuka angkatan 2.

Sebelum menutup tulisan ini, mungkin beberapa hal berikut dapat menjadi perhatian tentang lembur.

  1. Atur jam istirahat.
  2. Jika memungkinkan, lebih baik tidur di awal dan bangun lebih pagi untuk menyelesaikan pekerjaan.
  3. Banyak minum air putih. Kurangi minuman bertenaga maupun kafein.
  4. Imbangi dengan olahraga di lain waktu senggang.
  5. Atur pola kerja agar lebih efektif. Seperti menggunakan teknik pomodoro misalnya. 25 fokus menit kerja, 5 menit istirahat, lalu diulang.
  6. Jangan sering lembur jika tidak ada kepentingan mendesak.
  7. Ingat hak-hak orang lain atas diri kita. Seperti keluarga, teman, dan lain-lain.

Terakhir, mohon koreksi untuk tulisan ini. Masih banyak kurangnya. Perlu banyak tambalannya.

Semoga manfaat!

 

Photo by Ash Edmonds on Unsplash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s