Mengelola Tim itu Butuh Proses

Keluarga Inipagi bareng Mas Firman dari Abankirenk (Kaos hijau depan)

Seperti biasa, inimain yang merupakan program kunjungan dari Inipagi ke berbagai perusahaan kami laksanakan di penghujung bulan. Episode Januari 2019 kali ini main ke Abankirenk. Sebuah perusahaan kreatif yang fokus pada buku tahunan sekolah. Berkiprah sedari 14 tahunan yang lalu. Soal pengalaman jangan ditanya. Sudah pasti banyak makan asam garam.

Abankirenk bermarkas di Yogyakarta. Sebelumnya sempat beberapa kali pindah di Kota Pelajar ini. Memiliki sejumlah virtual office di berbagai kota untuk menunjang kerjasama dengan banyak nama. Untuk teman-teman yang belum mengenalnya bisa simak beberapa link di bawah

https://www.abankirenk.co/
https://instagram.com/abankirenk/

Mereka lihai menyimpan kenangan masa-masa sekolah. Pandai membungkusnya menjadi sebuah bisnis yang tak main-main. Tim disana terbagi menjadi beberapa divisi seperti Creative Division, Design, Photography & Editing, Production, Branding, Marketing, serta Finance.

Agenda inimain kali ini kami membawa 7 anggota Inipagi termasuk Teman Magang. Sebut saja Kikur, Fajrul, Anas, Nanda, Izul, Fauzan, dan Fahri. Sambutan hangat dari mba Khoir dan mas Firman kami dapat begitu tiba di kantor mereka.

Beberapa pelajaran yang sempat diingat dan tercatat dari obrolan dengan mereka adalah sebagai berikut:

Mengukur kapasitas dan kapabilitas tim

Kapasitas berkaitan dengan jumlah. Apakah jumlah pekerjaan yang masuk sesuai dengan jumlah anggota tim yang ada. Pekerjaan tidak berlebihan sampai overload. Tidak juga sebaliknya, kekurangan pekerjaan. Sedangkan kapabilitas erat kaitannya dengan kemampuan. Tim harus bisa melihat serta mengamati apakah mampu untuk mengerjakan setiap pekerjaan yang ada atau tidak.

Menjaga tim yang solid

Diawali dengan menyatukan visi-misi perusahaan. Setiap anggota tim hendaknya paham kemana mereka akan melangkah. Apa saja yang akan dituju dalam jangka waktu dekat, sedang, dan panjang. Selanjutnya adalah tentang empati. Saling memahami antar anggota tim. Memahami setiap tanggungjawab yang diemban masing-masing. Memahami peran yang berbeda-beda. Sehingga nantinya tidak ada rasa saling iri apalagi benci.

Meningkatkan kebersamaan tim

Tim lebih bernilai dari sekadar teman bekerja. Bisa jadi seperti sebuah keluarga. Contoh yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebersamaan adalah dengan makan bersama, saling presentasi dengan bermacam tema, nonton bareng, piknik, dan masih banyak lagi. Semakin besar sebuah tim maka memerlukan pengelolaan yang semakin menantang. Butuh proses yang tak sebentar serta tenaga yang tidak sedikit.

Sebetulnya masih banyak lagi pelajaran dari perusahaan yang beranggotakan lebih dari 30 orang ini. Pada tulisan ini hanya sedikit yang bisa aku bagikan. Semoga bermanfaat untuk semuanya. Jangan lupa tulis komentar yang membangun.

Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s