Menentukan Fokus dalam Bisnis

Gagal fokus adalah sebuah hal yang manusiawi. Apalagi untuk teman-teman yang memilih jalan ninjanya sebagai pengusaha atau wiraswasta.Termasuk aku di dalamnya. Terlebih ketika fase awal merintis dan belum mendapat hasil yang berlapis. Atau di saat melihat ada peluang lain ketika usaha kita baru mulai menghasilkan.

Inipagi Studio, usaha yang sedang kami rawat ini berupa studio desain grafis. Fokus saat ini pada penyediaan kebutuhan visual untuk icons, illustration, dan juga user interface. Target lebih menyasar ke pasar internasional. Dimana bentuk solusi yang kami berikan berupa jasa dan produk. Fokus ini tidak semena-mena muncul. Butuh proses pencarian dan pembelajaran yang tidak sedikit.

“Jualan font laris banget nih, ga ikutan juga?”

“Video & motion graphic peluangnya oke nih, engga bikin mas?”

“Ga mau jualan kaos lagi, Kang?”

Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Hati siapa yang tak bergetar ketika melihat orang lain membagikan gambaran indah dari bisnisnya. Siapa yang tak ingin bergerak ketika ada tren tertentu yang menjajikan uang. Apalagi uangnya besar.

Tidak semua yang lagi tren harus kita ambil peluangnya. Bukan berarti kita tidak boleh memperbesar dan memperluas bisnis ke bidang lain ya. Perhatikan kondisi saat ini. Fokus dulu dengan apa yang kita mampu. Fokus selama beberapa waktu.

Salah satu hal yang dapat membantu kita menemukan fokus dalam bisnis adalah dengan membuat model bisnis. Aku menggunakan jenis Business Model Canvas. Contohnya seperti di video di sini

Dengan membuat model bisnis dan terus menerus memperbaikinya seiring waktu berjalan dapat menjadikan kita lebih fokus dan totalitas dalam mengelola bisnis yang ada. Kami memiliki model bisnis yang berbeda untuk Inipagi Studio dan Iniselasar. Inipagi Studio merupakan studio desain grafis, sedangkan Iniselasar adalah platform pendidikan kreatif. Keduanya berada di bawah brand Inipagi.

Business Model Canvas atau yang biasa disingkat BMC ini memudahkan kita sebagai pemilik usaha untuk melihat bentuk bisnis dalam satu halaman. Mulai dari target pasar, value, komunikasi dan distribusi, tipe relasi dengan konsumen, pemasukan, pengeluaran, dan lainnya.

BMC dapat menjadi pedoman kita dalam menjalankan bisnis sehingga tidak mudah hilang arah. Tidak mudah gagal fokus. Tentu jadi tidak asal-asalan juga. Ketika sebuah tren muncul, kita dapat menentukan tindakan apa yang akan dilakukan dengan sebelumnya menyimak BMC.

Ada baiknya menjalankan bisnis dengan berdasarkan model bisnis. Bukan dari intuisi semata. Awali dan iringi setiap langkah dengan ilmu serta doa. Teruntuk teman-teman yang muslim, belajar tentang ilmu jual-beli secara Islami juga penting. Agar kita semakin paham mana yang halal, mana yang haram, dan tidak asal jalan.

Semoga manfaat 🙂

Photo by Baiq Bilqis on Unsplash

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s