7 Poin Penting untuk Pengusaha Pemula

icons8-team-643498-unsplash-cropped
Photo by Icons8 team on Unsplash

Awal Oktober aku sempatkan untuk membeli buku baru untuk asupan energi. Tahun ini lebih pilih-pilih lagi sebelum membeli. Berusaha hemat dan lebih tepat guna. Sengaja kunjungan ku dan istri berlabuh di Toko Buku Jogist di dekat Terminal Condongcatur, Yogyakarta. Berisi buku-buku motivasi, pengembangan diri, dan beberapa buku Islami.

Pandangan tertuju pada satu judul bertuliskan “7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula” buah karya Dewa Eka Prayoga. Seorang penulis dan pebisnis dengan beragam pengalaman pahit manis. Sebetulnya bukan buku baru, di bagian depan tertampang tulisan cetakan pertama pada April 2013. Sekarang sudah cetakan ke delapan di Januari 2018. Buku seharga Rp 60,000 ini cukup menarik bagiku.

2018-10-18 09.52.28
Buku di Meja Kerja

Petang sampai rumah langsung kubuka bungkusan yang baru dibeli. Seperti kebiasaan yang lalu, sering ku bubuhkan tanda tangan, nama, dan tanggal pembelian di halaman pertama. Lalu ada satu halaman yang membuatku tertegun sejenak saat membukanya.

2018-10-18 09.52.35
Kalimat Pembuka yang Indah

Menarik! Apakah sebuah cita-cita untukku juga? Bisa jadi inspirasi buat ditabung sejak kini. Mau nulis apa? Urusan nanti bisa diatur.

Oiya, beli buku termasuk kegiatan penting bagiku. Karena saat ini sudah tidak menempuh pendidikan, sedangkan diri ini harus selalu update akan ilmu. Entah itu tentang bisnis, pengembangan diri, desain, agama, dan hiburan.

Langsung saja kutuliskan poin-poin penting dari buku ini. Terkait 7 kesalahan fatal pengusaha pemula. Semoga manfaat ya.

  1. Asal Action
    nicole-honeywill-727770-unsplash-cropped
    Photo by Nicole Honeywill on Unsplash

    Selalu awali apapun dengan ilmu dan persiapan. Sudah termasuk doa di dalamnya. Action itu penting, tanpa ilmu sama saja bunuh diri. Perbanyak belajar untuk menghadapi apapun yang akan terjadi. Adanya kegagalan sama dengan adanya kesempatan belajar. Agar tak gagal lagi, belajar di awal itu penting pasti. Menjelang akhir bab kita disarankan untuk bisa belajar dari pengalaman kegagalan dan kesalahan orang lain. Daripada harus merasakan kegagalan sendiri.

  2. Ikut-Ikutan
    jehyun-sung-486247-unsplash-cropped
    Photo by Jehyun Sung on Unsplash

    Rentan ditemukan pengusaha yang mengawali bisnisnya karena kesengsem melihat bisnis orang lain. Memandang kesuksesan yang lainnya, lalu ingin segera mengikuti. Padahal tidak semua bisnis bisa cocok dengan setiap orang. Masing-masing punya karakteristik. Tergantung pada renjana, kegigihan, dan kemampuan seseorang dalam mengelolanya. Kita sebagai pengusaha dianjurkan untuk tidak gampang tergoda dengan bisnis tetangga. Mengembangkan bisnis di bidang berbeda juga boleh, nanti.

  3. Gampang Percaya
    rawpixel-666917-unsplash-cropped
    Photo by rawpixel on Unsplash

    Disebutlah 4 sosok yang bisa jadi menghancurkan bisnis ketika kita terlalu memercayainya, yaitu Tim, Karyawan, Partner Bisnis, Customer. Tentu kaget pas pertama kali ku membacanya. Kehancuran dapat dimulai dengan masalah-masalah seperti pribadi, cinta, bagi hasil, kompetisi, dan banyak lagi. Terlalu percaya bisa berbahaya. Salah satu tips untuk teman-teman yang ingin punya tim adalah jangan terlalu cepat yakin bahwa dia adalah tim kamu. Cari tahu betul-betul sisi positif dan negatifnya. Usahakan dia mau ngobrol lama tentang bisnis, agar kita tahu sejauh apa kepeduliannya dengan bisnis.

  4. Ingin Cepat
    cara-fuller-291307-unsplash-cropped
    Photo by Cara Fuller on Unsplash

    Penting ketika kita memulai bisnis dengan belajar dan menuntut ilmu. Kemudian lengkapi dengan aksi nyata dengan bentuk eksekusi. Perhatikan juga kecepatan kita dalam beraksi. Bukan terburu-buru lalu buta dalam melangkah. Berbahaya ketika baru buka langsung rekrut karyawan, apalagi langsung banyak. Beresiko ketika baru buka langsung bikin sistemasi yang kompleks. Rawan kecelakaan saat baru buka langsung buka cabang. Usahakan untuk selalu sabar dalam setiap keadaan. Jangan ingin cepat kaya tanpa sabar. Jangan ingin segera sukses tanpa sabar.

  5. Banyak Gaya
    joshua-reddekopp-395392-unsplash-cropped
    Photo by Joshua Reddekopp on Unsplash

    Hidup sederhana mudah berbahagia. Langsung mengubah gaya hidup lebih tinggi setelah merasa sukses adalah sebuah kesalahan. Disebutkan dalam buku bahwa kaya itu karakter. Kalau hanya di tampilan saja, itu bukan kaya. Tapi, banyak gaya. Salah satu tips yang dapat membendung hasrat keinginan kita adalah mengatur pengeluaraan. Semisal ketika kita menginginkan suatu barang, sebaiknya memiliki penghasilan yang senilai 10x dari nilai barang itu. Langsung contoh, ketika ingin handphone seharga 2 juta rupiah. Maka penghasilan yang ideal adalah 20 juta rupiah.

  6. Mudah Hutang
    ian-espinosa-311604-unsplash-cropped
    Photo by Ian Espinosa on Unsplash

    Mental yang sudah seharusnya kita hindari. Bermudah-mudah dalam berhutang. Berhutang memang boleh, namun banyak sekali pertimbangan dan perhitungan yang harus dilalui. Penyebab utama adanya hutang ada 3 poin, yaitu under earning, over spending, dan un-expected event. Under earning adalah kondisi yang timbul ketika pemasukan lebih kecil dari pengeluaran. Over spending ialah kondisi pemasukan yang cukup tapi pengeluaran lebih besar karena banyaknya keinginan. Lalu un-expected event adalah kondisi di luar kendali kita seperti kecelakaan, musibah, dan hal lainnya.

  7. Buta Finansial
    ibrahim-rifath-789914-unsplash-cropped
    Photo by Ibrahim Rifath on Unsplash

    Penting bagi seorang pengusaha untuk memahami arti uang dan lihai dalam mengelolanya. Aku sendiri masih punya pr untuk belajar dan terus belajar tentang hal ini. Penyakit yang sering hinggap di pengusaha pemula adalah tercampurnya uang pribadi dan uang bisnis. Salah satu solusi yang bisa ditempuh dengan memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis, lalu menentukan nilai gaji atau persentase bagi hasil untuk pemilik usaha. Penting agar sebagai business owner tidak seenak sendiri mengambil jatah dari bisnisnya. Lalu penting juga untuk memiliki 3 laporan keuangan dalam bisnis, yaitu neraca, laba-rugi, dan arus kas. Tidak semuanya harus langsung dikuasai di awal merintis bisnis, kembali ke poin 4 di atas.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk temen-teman yang sedang memulai berjuang dalam bisnisnya. Untuk kalian yang mungkin bimbang dalam melangkah. Untuk mereka yang sudah berjalan namun merasa salah arah. Bismillah.

2 Replies to “7 Poin Penting untuk Pengusaha Pemula”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *