Belajar Berekspresi lewat Podcast

Entah mengikuti tren atau bukan, dalam beberapa bulan terakhir aku sedang cukup fokus membuat konten dalam bentuk podcast. Dimana podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain. Demikian kata Apple di tanya jawab situsnya.

Berdasarkan data yang tertulis di The Infinite Dial 2019 dari Edison Research dan Triton Digital, setiap minggunya diperkirakan pendengar podcast mencapai 62 juta orang dengan usia di atas 12 tahun di Amerika Serikat. Jika boleh berpendapat, menurutku semakin hari bertambah, kemungkinan semakin meningkat juga pendengar maupun pembuat podcast di negeri kita, Indonesia.

Kelebihan dari podcast adalah bisa didengarkan sembari melakukan kesibukan lainnya. Misalnya nih lagi kerja bikin desain pesanan klien sambil dengerin podcast tentang produktivitas. Sedikit berbeda dengan Youtube yang membutuhkan fokus lebih besar ketika menikmati konten video di sana.

Ada rasa nyaman dan menyenangkan ketika membuat podcast. Mulai dari menyiapkan naskah, proses rekaman dengan alat seadanya di studio, pemanasan, latihan, tes rekam sampai beberapa kali, finishing, pembuatan cover, sampai upload. Belum ketika ditambah ada tamu untuk berdialog di podcast, bakalan lebih seru lagi prosesnya.

Membuat podcast butuh alat-alat yang lebih ringkas dibanding ketika memproduksi video, editing yang lebih sederhana, dan cenderung cepat pengerjaannya. Mungkin proses penulisan naskah yang memakan waktu lebih lama.

Berlatih berbicara dan berekspresi adalah sebagian alasanku membuat konten dalam bentuk podcast. Sebelum rekaman biasanya ada sesi pemanasan yang kulakukan. Sembari mengingat lagi pelajaran yang pernah kudapat beberapa tahun lalu dari kelas public speaking di Swaragama.

Untuk melatih artikulasi ketika berbicara, ada video singkat yang bisa kamu pelajari nih.

Di bawah bendera Iniselasar, podcast yang direkam dengan menggunakan format monolog maupun dialog buatan kami dapat kamu akses di sini.

Besar harapan agar konten podcast yang kubuat dapat menjadi manfaat buat teman-teman. Inspirasi datang dari beberapa nama besar di tanah air. Sebut saja seperti Makna Talks dari Makna Creative, Level Up dari Benakribo, Thirty Days of Lunch, dan juga Inspigo.

Nah, share dong podcast favoritmu apa nih? 😀

Photo by Grant Ritchie on Unsplash

4 Replies to “Belajar Berekspresi lewat Podcast”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *